Infrastruktur dan kultur, menurut Wali Kota Bogor Bima Arya merupakan hal yang menjadi penyebab permasalahan transportasi dan kemacetan di Kota Bogor. Hal tersebut ditegaskan Bima saat memberikan arahannya kegiatan Aksi Simpatik Pekan Nasional Keselamatan Transportasi Jalan 2017 di Taman Ekspresi, Sempur, Kota Bogor, Sabtu (02/09/2017).

“Untuk infrastruktur contohnya jalan kurang lebar, kondisi kendaraannya sudah tidak layak pakai atau kurang ramah lingkungan, jembatannya kurang lebar, arus lalu lintasnya kurang rapi. Sedangkan untuk masalah kultur, jauh lebih penting dari masalah infrastruktur. Masalah kultur adalah tertib berlalulintas,”

Dalam kegiatan yang dihadiri 50 pelajar SMA/SMK Se-Kota Bogor tersebut, Bima menekankan warga yang sadar dan tertib itu penting, warga yang cinta atas keselamatan itu diatas segalanya. Menyebrang pada tempatnya, berhenti tidak sembarangan, memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), menggunakan helm bagi pengendara motor, tidak menyalip sembarangan. “Pada intinya tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas, namun permasalahan infrastruktur adalah tugas dari Pemkot Bogor dan Kepolisian,” terangnya.

Berbeda halnya untuk permasalahan kultur, hal ini adalah tugas semua. Ia mengaku merasa sedih melihat kondisi para pengendara kendaraan yang seakan tidak sayang dengan diri dan jiwanya, lebih miris lagi pengendaranya belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan, ditambah masih adanya warga atau sopir angkot yang menghentikan kendaraannya secara sembarang. ” Jadi itu semua persoalan kultur,” tegasnya.

 

 

Untuk itu melalui Dinas Perhubungan (Dishub) selaku leading sektor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Kepolisian membentuk Pelajar Pelopor Keselamatan Berlalulintas dengan harapan mampu mengajak para pelajar Kota Bogor untuk tertib berlalu lintas agar Kota Bogor menjadi lebih nyaman, disamping itu agar masalah transportasi dan lalu lintas dapat  diatasi. “Minimal dimulai dari diri sendiri, dari keluarga hingga lingkungan pergaulan sekitar kalian,” Ujar Bima.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rakhmawati kepada para pelajar mengatakan, bahwa keselamatan menjadi prioritas nomor satu, kematian akibat kecelakaan saat ini menduduki posisi ketiga didunia mengalahkan penyakit jantung. “Jadi hampir setiap detik ada nyawa yang melayang akibat kurangnya memprioritaskan keselamatan dalam berlalu lintas. Harapan setidaknya kalian bisa mengajak rekan-rekannya untuk mematuhi rambu-rambu atau aturan lalu lintas,” beber Rakhmawati.

Pada kegiatan diikuti siswa siswi dari sekolah menengah yang ada di Kota Bogor, diantaranya dari SMAN 1, SMA Kosgoro, SMKN 4, YPHB, PGRI 4, SMAN 3 dan lainnya. Selain petugas dari Dishub juga hadir selaku instruktur petugas Polantas Polresta Bogor Kota yang menyuguhkan ragam permainan edukasi yang mengedepankan kerjasama, kegiatan diakhiri Aksi Simpatik bagi-bagi helm dan jaket yang dipimpin Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Kadishub Kota Bogor Rakhmawati dan Wakasatlantas Polresta Bogor AKP Silvia Sukma Rosa dan jajaran Dishub serta petugas Polantas Polresta Bogor Kota.(humas:rabas/indra/hari) SZ

Komentar (0)


    Belum ada komentar untuk postingan ini

Komentari