Gedung Balaikota Bogor 27 Desember 2017 s/d 27 Desember 2017
 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan rerouting angkutan kota (angkot) atau perubahan rute angkot, selama tiga hari kedepan petugas gabungan akan membantu melakukan pengawasan dan mengarahkan rute angkot yang terkena perubahan.  Kasi Angkutan Dalam Trayek Dishub Kota Bogor Ari Priyono menjelaskan, selama tiga hari kedepan dimulai Rabu (27/12) personil Dishub dibantu petugas dari Polresta Bogor Kota dan personil TNI Denpom III/1 Bogor akan melaksanakan pengamanan di rute-rute angkot Kota Bogor.

“Kita fokus pada 6 trayek, yaitu 4 trayek Transpakuan koridor (TPK) dan 2 trayek feeder (pengumpan). Trayek yang akan dioptimalkan pada Transpakuan koridor yaitu pada koridor 2, 3, 4 dan 5,“ ujar Ari saat mengikuti Apel Persiapan Rerouting Angkutan Umum Tahun 2017 di halaman Plaza Balaikota Bogor, Rabu (27/12/2017) pagi.

Untuk Transpakuan Koridor (TPK) 2, rute yang  melayani Terminal Bubulak - Ciawi yang melewati Terminal Baranangsiang memiliki kekhususan, selain papan jurusan trayek adalah perubahan cat atau selempang pada bemper belakang dan depan berwarna hitam. Pada TPK 3, memiliki perubahan cat pada bemper depan dan belakang berwarna merah, TPK 4 yang melayani Trayek Ciawi-SSA-Pajajaran-Ciluar (Pomad) - Ciparigi (Villa Bogor Indah), memiliki perubahan pada body bagian atas pada lampu depan dan belakang berwarna putih dan TPK 5 memiliki berubah perubahan pada bemper berwarna hijau toska dengan rute Ciparigi-Air Mancur-SSA-Terminal Merdeka. “Transpakuan koridor ini merupakan trayek-trayek gabungan dan diisi angkot. Jadi tidak ada penambahan jumlah angkot,” terangnya.

Untuk trayek pengumpan (feeder) adalah trayek yang diperpanjang jurusannya, diantaranya Angkot 01 Cipinang Gading - Terminal Merdeka diperpanjang sampai dengan Perumahan Yasmin (Giant Yasmin). Trayek 07 yang semula 07 B melayani Rute Ciparigi-RE.Martadinata-Terminal Merdeka akan diperpanjang hingga Terminal Bubulak. Demi mendukung rerouting, Dishub Kota Bogor bersama petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, Satpol PP, Organda Kota dan Kabupaten Bogor yang jumlahnya mencapai 187 personil disebar di 15 titik untuk mengarahkan angkot tersebut sesuai rute tujuan. 

Wali Kota Bogor Bima Arya saat memimpin apel menegaskan, reformasi angkot harus terus berlanjut, tahapan-tahapan yang diambil harus sesuai dengan yang dilaksanakan dan harus terus dijalankan. “Kuncinya adalah dua hal, yaitu konsistensi dan koordinasi,” katanya.

Konsistensi dimaksudkan untuk terus mengawal dilapangan terkait rencana yang sudah digariskan dan disusun, dikawal secara bersama-sama, hal ini terkait juga dengan sosialisasi kepada warga Kota Bogor maupun pengemudi dan pemilik angkot. 

Sedangkan untuk koordinasi dilapangan kata Bima, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak bisa sendiri menjalankan reformasi angkot, namun memerlukan koordinasi dengan semua pihak, mulai dari kepolisian, TNI, Organda dan lainnya.

“Ini bertujuan untuk memastikan semua yang dilapangan berjalan dengan baik mengingat tahun 2018 akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor. Saya mengingatkan semua untuk lebih cermat dalam bertindak dilapangan agar dapat mengantisipasi hal-hal yamg sekiranya menimbulkan gejolak sosial dan politik dilapangan,” jelas Bima.

Untuk itu, jika ada hambatan-hambatan dilapangan segera laporkan kepada atasan. Rerouting ini harus berjalan dan tidak ada tawar menawar, persoalan yang sewaktu-waktu bisa muncul kapan saja segera dikoordinasikan dan disesuaikan dengan dinamika yang ada dilapangan dengan menggunakan pendekatan humanis sehingga dapat berjalan baik. (humas:rabas/indra-SZ)